Memuat...
10 February 2026 16:50

Peran Keluarga dalam Pembentukan Karakter Anak dan Remaja

Bagikan artikel

Keluarga merupakan lingkungan pertama yang dikenal oleh seorang anak sejak lahir. Di dalam keluargalah anak belajar mengenal dunia, membentuk pola pikir, mengembangkan emosi, serta memahami nilai-nilai kehidupan. Interaksi antara anak dan orang tua menjadi fondasi utama dalam pembentukan karakter, sikap, dan kepribadian anak hingga dewasa.

Pembentukan karakter tidak hanya terjadi melalui nasihat atau aturan tertulis, tetapi melalui proses keteladanan dan kebiasaan sehari-hari. Anak cenderung meniru perilaku orang tua dalam berkomunikasi, menyelesaikan masalah, mengelola emosi, serta memperlakukan orang lain. Oleh karena itu, kualitas hubungan dalam keluarga sangat menentukan arah perkembangan karakter anak.

Pola asuh orang tua memainkan peran penting dalam membentuk karakter. Pola asuh yang hangat, konsisten, dan penuh dukungan membantu anak mengembangkan rasa aman, percaya diri, serta kemampuan regulasi emosi. Anak yang dibesarkan dalam lingkungan yang suportif cenderung lebih mudah mengembangkan empati, tanggung jawab, dan kemandirian. Sebaliknya, pola asuh yang otoriter, permisif berlebihan, atau tidak konsisten dapat memicu masalah perilaku, rendahnya kontrol diri, serta kesulitan sosial.

Selain pola asuh, komunikasi keluarga juga menjadi faktor kunci. Komunikasi yang terbuka memungkinkan anak mengekspresikan perasaan, bertanya, dan belajar mengambil keputusan secara sehat. Ketika anak merasa didengar dan dihargai, mereka akan lebih terbuka terhadap arahan dan nilai yang diberikan oleh orang tua. Konflik dalam keluarga juga perlu dikelola secara sehat agar tidak memberikan contoh negatif bagi anak.

Perkembangan teknologi dan perubahan sosial turut memengaruhi peran keluarga dalam pembentukan karakter. Paparan media digital, pergaulan luas, dan tuntutan akademik membuat anak menghadapi berbagai nilai dan pengaruh dari luar. Dalam kondisi ini, keluarga berfungsi sebagai filter nilai yang membantu anak membedakan mana yang sesuai dengan norma dan mana yang perlu dihindari.

Pendidikan karakter dalam keluarga juga melibatkan pembiasaan perilaku positif, seperti disiplin waktu, tanggung jawab terhadap tugas, kejujuran, dan kepedulian terhadap sesama. Kegiatan sederhana seperti makan bersama, diskusi keluarga, dan kerja sama dalam rumah tangga memiliki dampak besar terhadap pembentukan karakter anak.

Dengan peran keluarga yang kuat dan konsisten, anak tidak hanya berkembang secara intelektual, tetapi juga memiliki fondasi moral, emosional, dan sosial yang kokoh untuk menghadapi tantangan kehidupan.

 

Assessment Indonesia menghadirkan layanan asesmen komprehensif yang didukung psikolog profesional dan instrumen terstandar untuk membantu perusahaan memahami potensi karyawan secara lebih mendalam, karena memahami manusia berarti memahami masa depan organisasi.

 

Referensi:

Baumrind. (1991). The influence of parenting style on adolescent competence and substance use. Journal of Early Adolescence, 11(1), 56–95. https://doi.org/10.1177/0272431691111004

Bagikan