Memuat...
25 March 2026 16:01

Bagaimana Kepribadian Membentuk Cara Seseorang Menyampaikan Emosi dalam Komunikasi

Bagikan artikel

Kepribadian dan Pola Ekspresi Emosi

Kepribadian memengaruhi bagaimana seseorang memahami dan mengekspresikan emosinya dalam komunikasi. Salah satu teori yang menjelaskan hal ini adalah teori kepribadian Carl Gustav Jung (1921) yang membagi tipe kepribadian menjadi introvert dan ekstrovert. Individu dengan tipe ekstrovert cenderung mengekspresikan emosi secara terbuka dan langsung kepada orang lain. Sebaliknya, individu introvert lebih sering memproses emosi secara internal sebelum menyampaikannya. Penelitian oleh Suryabrata (2013) dalam kajian psikologi kepribadian di Indonesia menjelaskan bahwa perbedaan orientasi kepribadian ini memengaruhi gaya komunikasi emosional seseorang dalam interaksi sosial.

Pengaruh Teori Konstruksi Sosial Emosi

Selain faktor kepribadian, cara seseorang menyampaikan emosi juga dipengaruhi oleh bagaimana emosi dipahami dalam konteks sosial. James Averill (1980) melalui teori konstruksi sosial emosi menyatakan bahwa ekspresi emosi dibentuk oleh norma sosial dan pengalaman individu dalam lingkungan sosialnya. Artinya, meskipun seseorang memiliki kecenderungan kepribadian tertentu, cara ia mengungkapkan emosi tetap dipengaruhi oleh aturan sosial yang dipelajari. Penelitian oleh Walgito (2010) menunjukkan bahwa dalam komunikasi interpersonal, individu belajar mengekspresikan emosi dengan cara yang dianggap dapat diterima oleh lingkungan sosialnya.

Regulasi Emosi dalam Proses Komunikasi

Cara menyampaikan emosi juga berkaitan dengan kemampuan individu mengatur respons emosionalnya. James J. Gross (1998) melalui teori regulasi emosi menjelaskan bahwa individu dapat mengelola emosi melalui strategi seperti reappraisal (mengubah cara memaknai situasi) dan suppression (menekan ekspresi emosi). Individu dengan kemampuan regulasi emosi yang baik cenderung mampu menyampaikan perasaan secara lebih jelas tanpa menimbulkan konflik dalam komunikasi. Penelitian oleh Safaria dan Saputra (2012) menunjukkan bahwa kemampuan regulasi emosi berhubungan dengan kualitas komunikasi interpersonal dan kemampuan menyampaikan emosi secara konstruktif.

Kesimpulan

Kepribadian berperan penting dalam membentuk cara seseorang menyampaikan emosi dalam komunikasi. Perbedaan tipe kepribadian, konstruksi sosial terhadap emosi, serta kemampuan regulasi emosi memengaruhi bagaimana individu mengekspresikan perasaannya kepada orang lain. Memahami faktor-faktor ini dapat membantu individu mengembangkan komunikasi emosional yang lebih sehat, sehingga hubungan interpersonal dapat terjalin secara lebih harmonis.

Assessment Indonesia sebagai vendor psikotes profesional menyediakan layanan asesmen psikologi terbaik untuk perusahaan dan individu.

 

Daftar Pustaka:

Averill, J. R. (1980). A constructivist view of emotion. Emotion: Theory, Research, and Experience, 1, 305–339.

Gross, J. J. (1998). The emerging field of emotion regulation: An integrative review. Review of General Psychology, 2(3), 271–299.

Safaria, T., & Saputra, N. E. (2012). Manajemen Emosi: Sebuah Panduan Cerdas Bagaimana Mengelola Emosi Positif dalam Hidup Anda. Jakarta: Bumi Aksara.

Suryabrata, S. (2013). Psikologi Kepribadian. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Walgito, B. (2010). Psikologi Sosial: Suatu Pengantar. Yogyakarta: Andi.

Bagikan