Memuat...
18 February 2026 09:30

Merespons Kesalahan Diri dengan Baik: Latihan Sederhana untuk Meningkatkan Self-compassion

Bagikan artikel

Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan dan tak jarang ketika membuat kesalahan tersebut seseorang akan langsung menghakimi, bahkan mungkin sampai mengucapkan kalimat kasar yang diarahkan ke dirinya. Seringkali, seseorang justru menjadi kritikus paling kejam terhadap dirinya sendiri. Padahal, belum tentu orang lain akan berpikir sama buruknya.

Kritik terhadap diri sendiri yang dilakukan secara berlebihan dapat berdampak buruk terhadap kesehatan mental. Kritik diri juga berkaitan dengan self-harm, depresi, psikopatologi, hingga perilaku bunuh diri.

Lalu bagaimana sebaiknya menyikapi kesalahan yang dilakukan diri sendiri? Salah satu caranya adalah dengan berlatih Self-Compassion.

Self-compassion bisa dilatih dengan beberapa latihan sederhana. Beberapa di antaranya sebagai berikut.

  1. Bicara pada diri sendiri (self-talk) dengan lembut.

Ketika melakukan kesalahan atau mengalami kegagalan, berhenti sejenak dan perhatikan percakapan dalam batin Anda. Ubahlah kata-kata menghakimi seperti “Aku selalu gagal” menjadi kalimat yang lebih suportif, misalnya:

“Aku membuat kesalahan dan sedang kesulitan. Aku bisa belajar dari sini.”

Latihan ini dapat meningkatkan kepercayaan diri, mengurangi kritik terhadap diri sendiri dan membantu regulasi emosi ketika melakukan kesalahan.

  1. Mengingat bahwa setiap orang pasti melakukan kesalahan.

Apabila mengalami kesulitan, dibanding menyalahkan diri sendiri cobalah untuk yakin bahwa Anda tidak sendirian karena semua manusia pasti pernah gagal atau berbuat salah. Latihan ini membantu Anda terhindar dari perasaan terisolasi.

Ucapkan kalimat seperti:

“Aku tidak sendirian. Banyak orang pernah merasakan hal seperti ini.”

  1. Latihan pernapasan mindfulness

Latihan pernapasan mindfulness dapat membantu Anda lebih sadar dan terkoneksi dengan lingkungan sekitar sehingga Anda bisa lebih tenang dalam menyikapi situasi apapun.

Untuk melatih pernapasan mindfulness, lakukanlah hal-hal sebagai berikut:

  1. Duduk dan carilah posisi senyaman mungkin.

  2. Letakkan tangan di dada atau perut.

  3. Tarik napas perlahan selama 4 detik, hembuskan selama 6 detik. Rasakan kehangatan dan tekanan lembut dari sentuhan tangan Anda sendiri.

  4. Lakukan semua hal di atas secara berulang selama 5-10 menit.

 

  1. Menulis surat kepada diri sendiri

Cobalah menulis surat untuk diri sendiri seperti Anda menulis surat untuk orang yang paling Anda sayangi. Tulis dengan bahasa yang lembut dan kalimat yang suportif. Akui kesulitan yang dialami dan cobalah memvalidasi perasaan yang Anda rasakan lalu berikan dorongan dengan baik dan hangat. Latihan ini akan membantu ada dalam regulasi emosi-emosi negatif dan kritik terhadap diri sendiri.

  1. Memberi jeda pada diri sendiri tiap kali berada di situasi sulit.

Ketika melakukan kesalahan yang membuat Anda berada di situasi sulit, akui kesalahan tersebut. Jangan langsung menghakimi diri. Rasa bersalah itu wajar, tapi perlu diingat bahwa setiap orang juga pasti punya kesalahan. Untuk itu, cobalah lebih fokus meregulasi emosi yang timbul dengan bersikap baik dan suportif karena Anda juga berhak dimaafkan setidaknya oleh diri sendiri.

Self-compassion bukanlah tanda kelemahan, melainkan bentuk kekuatan psikologis. Dengan bersikap lebih ramah, sadar, dan manusiawi terhadap diri sendiri, kita justru lebih mampu menghadapi tantangan dan bertumbuh secara sehat. Latihan-latihan sederhana ini mungkin tampak kecil, tetapi jika dilakukan secara konsisten, dampaknya bisa sangat berarti bagi kualitas hidup.

 

Apabila Anda merasa kesulitan yang dialami terlalu berat untuk ditangani secara mandiri, segeralah cari bantuan profesional. Smile Consulting Indonesia menyediakan layanan asesmen psikologi, konseling, dan pendampingan profesional yang disesuaikan dengan kebutuhan individu maupun organisasi, Smile Consulting Indonesia berkomitmen mendukung proses pengembangan diri secara komprehensif tidak hanya berfokus pada hasil, tetapi juga pada proses yang sehat dan bermakna.

 

Referensi:

Neff, K. D. (2003). Self-compassion: An alternative conceptualization of a healthy attitude toward oneself. Self and Identity, 2(2), 85–101.

Neff, K. D., & Germer, C. K. (2013). A pilot study and randomized controlled trial of the Mindful Self-Compassion program. Journal of Clinical Psychology, 69(1), 28–44.

Neff, K. (2011). Self-Compassion: The Proven Power of Being Kind to Yourself. New York: William Morrow.

Germer, C. (2009). The Mindful Path to Self-Compassion. New York: Guilford Press.

Barnard, L. K., & Curry, J. F. (2011). Self-compassion: Conceptualizations, correlates, & interventions. Review of General Psychology, 15(4), 289–303.

Bagikan