Memuat...
21 January 2026 12:00

Psikoedukasi sebagai Intervensi Sederhana untuk Meningkatkan Self-Control Remaja

Bagikan artikel

Masa remaja merupakan fase penting dalam kehidupan seseorang. Pada tahap ini, remaja mengalami berbagai perubahan, baik secara fisik, emosional, maupun sosial. Remaja mulai mencari jati diri, ingin diakui oleh lingkungan, dan sering kali mudah terpengaruh oleh teman sebaya. Kondisi tersebut membuat emosi remaja cenderung kurang stabil, sehingga pengambilan keputusan sering dilakukan secara impulsif.

Salah satu kemampuan penting yang perlu dimiliki remaja adalah pengendalian diri (self-control). Self-control membantu remaja mengatur emosi, menahan dorongan negatif, serta memilih perilaku yang sesuai dengan norma sosial. Ketika kemampuan ini rendah, remaja berpotensi terlibat dalam berbagai perilaku bermasalah, seperti perkelahian, bullying, merokok, kecanduan media sosial, hingga pelanggaran aturan sekolah. Oleh karena itu, dibutuhkan bentuk intervensi psikologis yang sederhana, mudah diterapkan, dan efektif untuk membantu remaja meningkatkan pengendalian diri. Salah satu pendekatan yang banyak digunakan adalah psikoedukasi.

 

Apa Itu Psikoedukasi?

Psikoedukasi merupakan metode pemberian informasi dan keterampilan psikologis kepada individu atau kelompok agar mereka mampu memahami serta mengelola masalah emosional maupun perilaku secara lebih sehat. Psikoedukasi tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga melatih kesadaran diri, keterampilan coping, serta kemampuan pengambilan keputusan yang tepat.

Dalam praktiknya, psikoedukasi dapat dilakukan melalui diskusi, ceramah ringan, simulasi, refleksi diri, dan latihan sederhana. Topik yang dibahas dapat meliputi pengelolaan emosi, komunikasi sehat, disiplin diri, pengendalian impuls, serta penguatan nilai-nilai positif. Metode ini bersifat fleksibel dan tidak membutuhkan alat khusus, sehingga sangat cocok diterapkan di sekolah, komunitas, maupun keluarga sebagai bentuk intervensi psikologis sederhana.

 

Pentingnya Self-Control bagi Remaja

Self-control adalah kemampuan individu untuk mengatur pikiran, emosi, dan perilaku agar selaras dengan tujuan jangka panjang dan norma sosial. Remaja dengan self-control yang baik cenderung mampu menunda kepuasan, menghindari perilaku berisiko, serta bertanggung jawab terhadap keputusan yang diambil.

Sebaliknya, rendahnya self-control sering dikaitkan dengan perilaku agresif, kesulitan fokus dalam belajar, mudah terprovokasi secara emosional, serta kurang mampu mengelola tekanan sosial. Faktor-faktor yang memengaruhi rendahnya pengendalian diri antara lain usia perkembangan, lingkungan keluarga, pola asuh, pergaulan, serta kebiasaan sehari-hari. Mengingat self-control merupakan kemampuan yang dapat dilatih, intervensi yang tepat sejak dini menjadi sangat penting untuk membantu remaja membangun kebiasaan positif.

 

Contoh Bentuk Intervensi Psikoedukasi Sederhana

Berikut beberapa contoh penerapan psikoedukasi yang dapat dilakukan secara sederhana:

1. Edukasi Pengelolaan Emosi
Remaja diajarkan untuk mengenali berbagai jenis emosi, memahami pemicunya, serta menyalurkan emosi tersebut secara sehat, misalnya melalui menulis, berbicara dengan orang terpercaya, atau melakukan aktivitas fisik.

2. Latihan Refleksi Diri
Siswa diajak untuk mengevaluasi perilaku sehari-hari, menetapkan tujuan pribadi, serta membuat komitmen terhadap perubahan-perubahan kecil yang realistis.

3. Diskusi Kelompok
Diskusi ringan mengenai permasalahan remaja, seperti pergaulan, penggunaan media sosial, atau konflik dengan teman sebaya, dapat membantu siswa belajar dari pengalaman satu sama lain.

4. Pembiasaan Positif
Remaja didorong untuk terlibat dalam kegiatan positif, seperti olahraga, ibadah, organisasi sekolah, serta latihan manajemen waktu.

5. Pendampingan Guru atau Konselor
Guru BK atau konselor memberikan bimbingan lanjutan agar perubahan perilaku yang telah terbentuk dapat dipertahankan secara konsisten.

 

Manfaat Psikoedukasi bagi Remaja

Penerapan psikoedukasi memberikan berbagai manfaat bagi remaja, antara lain:

  • meningkatkan kesadaran diri,

  • menguatkan kemampuan mengontrol emosi,

  • mengurangi perilaku impulsif dan agresif,

  • meningkatkan disiplin serta rasa tanggung jawab,

  • membantu remaja mengambil keputusan yang lebih bijak.

Assessment Indonesia menghadirkan layanan asesmen komprehensif yang didukung oleh psikolog profesional serta instrumen terstandar untuk membantu perusahaan memahami potensi karyawan secara lebih mendalam, karena memahami manusia berarti memahami masa depan organisasi.

 

Referensi

Sutanto, T. P., & Saputra, B. R. A. (2023). Efektivitas intervensi psikoedukasi dalam meningkatkan pengendalian diri (self-control) pada remaja di MTsN 2 Surabaya. Hisbah: Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam, 20(2), 171–187. https://doi.org/10.14421/hisbah.2023.202-05

Bagikan